Kali
ini aku merasakan lagi percikan yang kuat
Entah
datang darimana percikan itu
Tapi
siapa peduli itu berasal darimana ?
Aku
hanya senang merasakan sensasinya
Memacu
jantungku berdegup begitu kencang
Tiap
kali aku memergoki pandangan matanya
Yang
entah sengaja atau tidak
Sedang
menatapku diam-diam
Setiap
situasi saling pandang itu berlangsung
Aku
selalu kalah
Karena
kontan aku membuang pandanganku ke tempat lain
Mungkin
kontak mata itu hanya bertahan dua detik saja
Lalu
aku kembali meredupkan rona merah di pipi
Sambil
sesekali tersenyum dibalik malu
Aku
selalu suka gayanya berpakaian
Rapih
dan santai
Tatapannya
yang dingin kadang membuat aku mati kutu
Belum
lagi saat tubuhnya melewat tepat di depanku
Rasanya
meleleh saat itu juga
Entah
masih adakah bongkahan yang masih berarti dari lelehan itu
Mungkin
sudah habis terbawa oleh pesona nya tanpa sisa
