Kali ini aku sebut
lingkaran itu abu-abu
Entah mengapa menjadi
kurang jelas warnanya
Serasa begitu cepat
berubah-ubah
Mengikuti gerak
tubuhmu yang juga terlalu sering berubah
Namun aku tetap
menunggu tiap perubahannya
Aku berharap kamu akan
tersenyum meski sebentar
Dan entah kenapa tiap
ada senyum yang meski bukan untuk ku
Tetap menghasilkan
rona jingga di kedua pipi ini
Dan sekejap langsung
ku buang jauh-jauh pandangan ke tempat lain
Apa kamu melihat
abu-abu dipikiran ku ?
Karna terlalu banyak
pertanyaan yang sebenarnya ingin terlontar
Atau apa kamu melihat
rona jingga di pipi ini ?
Tak perlu kamu tanya
darimana asalnya
Karna kamu seharusnya
tau
Jingga malu ini karena
bayangan indah yang sering aku cipta sendiri
Akan aku biarkan abu
dan jingga ini menyelaraskan dirinya dalam rasa
Selama itu dapat aku
tahan
Bila sudah terlalu
kuat mungkin akan ada percikan banyak warna
Yang akhirnya dapat
kamu lihat dengan jelas J

