Dentuman yang sedang tercipta ini
aku sebut rindu
Entah sudah bosan atau malah sudah
tak nampak lagi di matamu
Kandungan air mata ini sudah hampir
terlahir
Terlahir bersama sakitnya menahan
rindu
Semilir angin yang kering menampar
manis pipiku
Tapi sama sekali tak terasa perih
Seolah terkalahkan dengan perih yang
tergores di dalam ku
Tak perlu kau ingin mengerti
Karena aku sama sekali tak akan
menjelaskannya
Lebih baik begini
Memendam rasa rindu yang teramat
sangat
Tanpa se-cerca cahaya pun mampu
menembusnya
Maka biarkan alunan rintih itu
merobek sendiri dindingnya
Meski hanya berdinding tipis
Aku tau lapisannya duri kecil yang
siap menusukku
Nada yang terdengar begitu menggetar
relung hati
Apa kau juga sempat mendengarnya ?
Atau mungkin hanya berlalu tanpa
mengesankan apa-apa
Ya, baiknya lantunan nada rindu ini
menjadi bagian pedihku sendiri
Tanpa ada kamu di selanya
