Rabu, 20 Februari 2013

Lantunan Perih


Dentuman yang sedang tercipta ini aku sebut rindu
Entah sudah bosan atau malah sudah tak nampak lagi di matamu
Kandungan air mata ini sudah hampir terlahir
Terlahir bersama sakitnya menahan rindu
Semilir angin yang kering menampar manis pipiku
Tapi sama sekali tak terasa perih
Seolah terkalahkan dengan perih yang tergores di dalam ku
Tak perlu kau ingin mengerti
Karena aku sama sekali tak akan menjelaskannya
Lebih baik begini
Memendam rasa rindu yang teramat sangat
Tanpa se-cerca cahaya pun mampu menembusnya
Maka biarkan alunan rintih itu merobek sendiri dindingnya
Meski hanya berdinding tipis
Aku tau lapisannya duri kecil yang siap menusukku
Nada yang terdengar begitu menggetar relung hati
Apa kau juga sempat mendengarnya ?
Atau mungkin hanya berlalu tanpa mengesankan apa-apa
Ya, baiknya lantunan nada rindu ini menjadi bagian pedihku sendiri
Tanpa ada kamu di selanya

0 komentar:

Posting Komentar