Senyum itu masih sama dengan senyum di awal
Sial ! masih saja menghipnotisku
Mungkin kamu tak menyadarinya
Senyum ringan itu membuat pipiku merona
Lagi-lagi aku berteman malu
Maka hai tuan yang menawan
Pergilah sejenak
Dengan senyum mu yang santai
di garis bibir itu
Agar aku bias menari-nari dengan bahagiaku
Bukan aku mengusik hadirmu
Hanya saja
Aku tak kuasa menahan pancaran malu disini
Bila nanti pancaran ini menyilaukan mu
Aku sama sekali tak bertanggungjawab atasnya
Jangan juga melirikan matamu terlalu tajam
Darah ini jadi mengalir terlalu cepat
Simpan baik-baik lirikan itu
Untuk mengobati rasa marahku pada mu suatu saat nanti
Maaf aku banyak permohonan
Ini demi aku dengan rona pipi dan aliran darahku
J

0 komentar:
Posting Komentar