![]() |
Ojek Payung Anak-Anak |
Saat itu hujan turun cukup deras menghujani kota Bandung yang sejuk. Saya dan Mama yang terpaksa harus berteduh di sebuah lorong, masih saja terkena cipratan air dan terhempas oleh angin malam yang dingin. Kami terburu-buru untuk mencapai sebuah tempat, akhirnya kami tertarik untuk menggunakan jasa ojek payung yang tepat sedang menjajakan jasanya di sebrang. Namun, saat kami memanggil, anak laki-laki kecil yang kurang lebih berusia 6 tahun itu beranjak pergi menerima panggilan jasa dari sepasang kekasih. kurang lebih 5 menit, si anak kecil kembali lagi, saya dan mama sangat terharu melihat keadaan anak kecil ini. tubuhnya yang kecil dan lemah, diselimuti pakaian yang basah kuyup, hingga membuat badannya sedikit menggigil. Sepanjang perjalanan menuju tempat lain, mama mulai membuka pertanyaan pada si anak, "Kamu umur brp ?". "7 tahun " katanya . "Kamu ga sekolah ?" mama lanjut bertanya. dengan suara pelan dia kembali menjawab, "Ga, Ibu ga punya uang. Awalnya sekolah, lalu tidak dilanjutkan. Dan akhirnya membantu Ibu mencari uang untuk makan." Hati kami lirih mendengarnya. Yang biasanya ojek payung mematok biaya, tapi saat anak ini ditanya berapa biaya yang harus kami bayar, dengan sederhananya dia berkata, "terserah". Menurut saya, anak sekecil ini tidak seharusnya ikut menanggung beratnya hidup, bukan kah masih ada pekerjaan lain yang dapat dikerjakan oleh si Ibu ? Kalian pasti bertanya dimana si Bapak berada ? Kamipun tak tau .. Anak ini hanya menjawab Bapak sudah tak ada, saat mama bertanya keberadaan Bapaknya.
Kejadian ini benar" membuat saya dan mama kembali dibuat bersyukur tak terhingga. Tetap bersyukur ternyata masih ada yang lebih memiliki kesusahan daripada kami. Tetap bersyukur karena kami tetap bisa makan tanpa harus bekerja keras melawan dinginnya air hujan dan angin yang kencang.
Bandung, 30 May 2012


0 komentar:
Posting Komentar