Jumat, 04 Januari 2013

Bulan , Topan dan Rahasia


Pagi itu bulan membolak-balikan buku manajerialnya yang setebal buku telepon . Entah apa yang dicarinya . Sepotong kertas tejatuh dari halaman 172 . Bulan membuka kertas usang yang sudah kecoklatan warnanya. Sementara membuka ketas, Bulan merapikan rambut panjangnya yang terurai . Tidak lama dari membuka kertas, Bulan mulai menitikkan air matanya . Siapa sangka surat yang usang itu menyimpan berjuta rahasia yang membuat Bulan sangat terkejut . Surat itu dari Topan. Sahabat nya yang sejak kecil bersama-sama. Bulan dan Topan tidak pernah terpisah . Selalu besekolah di sekolah yang sama hingga mereka duduk di bangku kuliah . Hingga akhirnya lulus dan kemudian Bulan dilamar oleh  kekasihnya di perkuliahan lalu menikah. Sedangkan Topan memilih pindah ke luar negeri untuk bekerja disana.  Topan tak pernah ada kabar. Hingga akhirnya ada kecelakaan yang merenggut nyawa Topan .  Bulan sangat terkejut dengan kejadian ini . Adik Topan , Mia memberitahukan bahwa ada rahasia yang Topan sembunyikan di buku Manajerial  Bulan . Dan Akhinya Bulan menemukan surat Topan yang berisi demikian ...
Dear, Bulan ..
Saat kamu membaca surat ini, mungkin surat ini sudah sangat usang atau aku sudah pergi jauh. Tapi percayalah bahwa apa yang aku tulis disini adalah benar adanya . Bulan, aku sangat mencintaimu . Sebutlah aku si bodoh yang tak pernah berani mengungkapkannya.  Aku memang pengecut yang terlalu takut kehilangan kamu bila aku mengungkapkan semuanya . Setiap kebahagiaanmu , itu lah juga yang jadi kebahagiaanku . Bukankah benar mencintai tak harus memiliki ? Maka inilah aku . Meski aku terpukul saat kamu memilih untuk menikah dengan Tio, aku tetap berusaha tegar. Hingga akhirnya aku tak kuat lalu memutuskan untuk bekerja jauh dari kamu . Dan aku lebih memilih tak memberimu kabar, agar aku tak punya kesempatan untuk mencitaimu kembali . Memang benar aku pernah dan terus mencintai mu tanpa kamu sadari. Melihat senyummu dari jauh itu sudah jadi bahagiaku . Maka sekarang, aku dapat pergi dengan tenang. Karena semuanya sudah aku katakan padamu .
Semoga kamu mendapat bahagiamu dengannya .
                                                                                     Topan

Terlambat sudah semuanya. Jujur-nya-pun Bulan pernah mencintai Topan sepenuh hati, Namun hati yang tak saling bicara tak akan menjadi apa-apa . Hanya penyesalan di akhirnya  J


0 komentar:

Posting Komentar